01 March 2002

ndi, pagi ini ira ngirim email ini... pengalaman pribadi katanya..


dear all,
 
enggak ada salahnya cerita-cerita lewat email. lebih hemat dan tidak begitu menghabiskan waktu dengan ngobrol lewat telfon yang ujung2nya akan keliatan kalau kita enggak ada kerjaan… dengan ngetik email kan keliatannya kerja….padahaaaaaaallll……
 
cerita pagi ini berkisar mengenai perjalanan gue kemarin sore dengan trayek cideng - blok m, blok-m – bangka.
 
kakarta…..
kalo udah menjelang sore, jalan-jalan tikus pun bisa kena macet…entah itu orang… pulang kerja, pulang jualan, pulang dari diskotik (??) pulang dari rumah temen, pulang dari rumah tetangga, pulang dari mall, jalan-jalan iseng, nyari gorengan, berangkat nyari duit, mungutin sampah, berantem sama kampung sebelah, ngerumpi sambil cari cemilan, nunggu dijemput pacar, nunggu angkutan umum….dan masih beribu-ribu kegiatan yang berlangsung hampir berbarengan di seluruh kota jakarta, sore menjelang malam. fenomena kesibukan terlihat dimana-mana, atau cuma mau dibilang sibuk?? enggak tau juga.
 
dari cideng gue naik angkot menuju jati baru, disebelah kanan gue ada dua orang ibu-ibu yang asik ngegosipin temen satu kantor dan satu orang perempuan muda yang mungkin sudah terlena dengan khayalannya sendiri…atau lagi mikir….”kapan ya gue gajian???”. di depan gue ada satu anak sekolah, lumayan ganteng, tapi kenapa penampilannya sudah tidak seperti selayaknya pelajar? heh.. apakah anak sekarang sudah segitu bebasnya meskipun di sekolah? apakah peraturannya tidak ada atau memang sudah tidak diperdulikan? sambil geleng-geleng kepala sendiri gue berfikir, mungkin zamannya udah beda…
disebelah cowok itu, ada tiga orang bapak-bapak, yang satu tampangnya lusuh dan yang lain tampangnnya garang. ada satu pemikiran yang terlintas dikepala gue, kasian bapak yang lusuh ini, pasti dia lagi bingung mikirin harga2 yang pada naik, eeiittss tapi serem juga ngeliat yang disebelahnya...tampangnya serem, pasti dia jahat.....atau bukan orang baik-baik...jangan-jangan preman tanah abang....
 
bbbuuuummmmm.....sampe ada kejadian,  ada ibu-ibu yang lumayan sudah berumur dompetnya disamber sama copet.... dan ternyata kedua orang bapak-bapak yang awalnya gue pikir adalah penjahat malah ngebantuin ibu itu untuk mendapatkan kembali dompetnya, dan menasehatinya untuk lebih hati-hati didaerah seperti ini.

ternyata, gue salah duga.... apakah sudah begitu terpolanya pikiran kita dengan yang namanya penampilan luar? bisa jadi penampilan memang menunjukkan bagaimana carácter seseorang, tapi entah teori itu yang salah atau memang dunia sekarang sudah terbalik? walau ada yang bilang “don’t judge the book by its cover”, apakah kata-kata itu dibuat untuk melawan “you are what you wear” ???
 
turun dari angkot, perjalanan diteruskan dengan bus kota p19 yang notabene jurusan tanah abang – lebak bulus (betull kan ya???) di bus, lagi-lagi gue melihat kehidupan kota besar yang menyebalkan walau kadang lucu. entah beruntung atau emang lagi sepi, gue dapet duduk dibangku ketiga dekat jendela sebelah kanan, aaah…posisi enak, lumayan lah menyenderkan kepala sebentar, mumpung macet…siapa tau bangun2 gue udah sampe blok m, tujuan gue ke dua sebelum sampai rumah….
kira-kira 15 menit dari gue berangkat, bus sudah mulai penuh, tiba-tiba ada ibu hamil yang naik sendirian. berhubung gue duduk disebelah dalam, lumayan repot juga untuk ngasih duduk ibu itu, terlebih lagi itu ibu masih ada di barisan depan…masa gue mau teriak-teriak…. baju kerja kantoran tapi manner seorang kenek bus kan enggak lucu…. akhirnya gue cuma bisa duduk diam sambil memperhatikan situasi, 10 menit berlalu, itu ibu masih ajah berdiri dan masih belum ada satu pun……..orang yang rela berdiri untuk kasih ibu itu duduk…!!! tega..!! bagaimana kalau istri mereka atau anak mereka atau ibu mereka atau salah satu dari keluarga mereka atau bahkan mereka sendiri yang di perlakukan seperti itu???
 
well, semua orang tampaknya sok sibuk atau pura-pura tidur, mungkin mereka pikir…”udah untung gue dapet duduk, mana macet banget lagi…. ngapain gue kasih orang duduk, yang ada nanti gue yang capek”. akhirnya, gue tidak lagi mengindahkan arti kata manner …..dan… “bu….ibu…itu yang hamil…sini bu duduk….!” sedikit teriakan kecil yang gue harap bisa membuat orang2 sekitar situ sadar….
bukan karena mau dibilang baik, atau mau nilai 9 untuk pmp (pelajaran moral penumpang)… tapi memang gue pikir, gue masih muda dan enggak lagi hamil atau sakit, ibu itu lebih perlu duduk di banding gue dan gimana kalau nanti gue hamil seperti ibu itu dan harus naik bus??? dengan muka lega, ibu itu nyamperin gue sambil tidak lupa, “makasih ya de…!” dan gue tersenyum tulus, gimana dengan orang-orang di bus itu???? cuma ngelirik dan buang muka lagi…. tapi keberuntungan memang berpihak pada yang baik…(cieeeehhh) lima menit gue berdiri tiba-tiba orang yang duduk tepat didepan gue turun, dan gue mendapatkan lagi kenikmatan untuk…. duduk…!!
 
sampe di blok m gue agak sedikit terlambat, karena macet, dan gue berharap temen-temen gue tidak keberatan menunggu lebih lama. biar cepet gue sedikit motong jalan lewat sebuah restoran siap saji…well…ini bukan Iklan… gue lewat mc'd.. di pintu masuk ada beberapa anak kecil (yang gue heran sampe jam segitu masih aja keluyuran malem2… enggak dicariin emak ya???) yang tanpa sadar mulutnya ternganga demi ngeliat orang-orang yang asik makan di dalam. yah maklum lah udah ujung bulan, kan udah ada yang gajian…boleh dong sekali-sekali makan enak diluar…
deg..!! disitu gue sempet mikir, dulu waktu gue kecil, biarpun tidak berlebihan tapi gue bisa makan lumayan enak. dari situ keliatan banget ya…kesenjangan sosial di masyarakat kita, ditambah lagi dibangunnya tempat2 hiburan baru yang harganya selangit hanya untuk memuaskan hasrat dan gengsi para pemilik uang.
 
apakah itu dinamakan “iri” ¿? atau lebih keberuntungan individual? berlaku kah hukum rimba, dimana yang kuat akan menang melawan yang lemah?
gue enggak tau, yang jelas seperti kata-kata teman dekat gue…”hidup itu keras!!”
 
pelajaran dari perjalanan (yang tampaknya biasa-biasa aja) yang bisa gue ambil adalah:
“jangan hanya melihat orang dari penampilan, tajamkan intuisi kita untuk bisa menilai seseorang dari apa yang tersirat dan bukan yang tersurat”
“perhatikan sekeliling kita, apa yang harus kita lakukan bukan hanya untuk orang lain tapi juga untuk diri kita sendiri”
“kehidupan itu keras dan penuh tantangan, hadapi itu dengan doa dan fikiran jernih”
“pelajari hal-hal kecil dalam kehidupan, siapa tau itu bisa menyingkirkan masalah besar dikemudian hari”
“hindari sistim aku.."
 
regards,
ira

hari harinya ira seru juga ternyata.. hehe.. :)

No comments: