11 June 2003

at first, there was void...

oops.. wrong one.. so here it goes...

pertama-tama, daftar aktivitas kerja karyawan di-entry menggunakan satu form hardcopy.. ditulis, kemudian diberikan kepada manager atawa supervisor.. diapprove oleh supervisor.. kemudian diberikan kepada personalia untuk dihitungkan jam lembur.. personalia kemudian membayarkan uang lembur bersamaan dengan pembayaran gaji bulan berikutnya...

setelah sekian tahun, kemudian ketemu cara kedua... daftar aktifitas kerja karyawan diketik di form ms-excel.. kemudian aplikasi excel menghitung secara otomatis berapa jam kerja lembur si karyawan... setelah selesai entry, form excel dicetak.. kemudian diberikan kepada manager untuk approval... dan untuk kemudian diberikan personalia untuk membayarkan uang lembur tersebut bersamaan dengan pembayaran gaji...

setelah sekian waktu, ditemukan cara ketiga... daftar aktivitas kerja karyawan diketikkan di form web based intranet, yang kemudian dihitung waktu lemburnya.. dan kemudian diapprove oleh manager... yang kemudian daftar jam lembur tersebut diberikan kepada system sap, yang sedianya akan menghitung uang lembur dan menginstruksikan bank transfer bersamaan dengan pembayaran gaji bulan depan.. bagi pekerja di luar kantor yang tidak terkoneksi ke intranet, aktifitas kerja diisikan masih di form excel, namun dikirimkan ke staff manager untuk diimport ke database.. agar bisa kemudian di-approve oleh manager... dan so-on untuk kemudian dibayarkan via bank transfer..

dan hari ini.. dibuat cara ke empat.... while everything is still the same dari sisi kegiatan dalam kantor, namun dari sisi pekerja luar kantor aktifitas kerja diisikan ke dalam satu form offline html, yang setelah selesai akan menuliskan file xml.. yang kemudian file ini dikirimkan via email untuk masuk ke database... setelah approval dari manager, uang lembur secara otomatis akan dibayarkan via bank transfer...

di satu sisi, kemajuan teknologi membawa efisiensi tinggi buat aktifitas kerja perusahaan... [kalau dihitung, staf personalia sudah ndak perlu lagi menghitung jam lembur untuk sekian ribu karyawan disini.. kemudian ndak perlu lagi mengurisi pembayaran gaji tetek bengek setiap akhir bulan...]

tapi disisi lain, sedih juga melihat kolega di personalia yang setelah sistem ini berjalan jadi ndak punya kerjaan.. dan pilihannya hanya satu, melamar ke department lain.. atau golden shakehand ..astalavista, beibih!...

mengimplementasikan sistem informasi di negara yang overloaded dengan pengangguran ini kok rasanya sedih ya?

buat pak uki.. maafkan saya ya pak kalo sampai bapak ndak bisa kerja disini lagi... bukan maksud saya pak.. sungguh.. *pasang muka melas*

No comments: